Cara Pengemasan Makanan Agar Pengiriman Aman dan Tidak Rusak
Publisher: Felicia Margaretha
Date: 2020-07-23T19:09:25+06:00
100 Views

Saat ini banyak bermunculan bisnis makanan online. Tak hanya itu, banyak restoran yang harus tutup akibat pandemi juga akhirnya beralih ke penjualan online. Dalam menjalankan bisnis makanan online, faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga kualitas makanan adalah pengiriman.

Menjaga kualitas makanan memang lebih mudah saat pengunjung makan di tempat. Namun saat makanan dikirim, perlu dilakukan beberapa langkah untuk menjamin kualitas dan keamanan makanan. Berikut beberapa tips pengemasan makanan yang perlu kamu ketahui sebelum melakukan pengiriman.

 

Pisahkan Berdasarkan Temperatur

Saat mengirimkan makanan dengan temperatur yang berbeda, hindari menggabungkannya dalam satu wadah. Ini bisa membuat makanan terlihat jadi kurang menarik dan juga kurang aman. Usahakan untuk menjaga makanan dingin untuk tetap dingin sementara makanan yang hangat tetap hangat selama pengiriman. 

Misalnya, jika kamu mengirim salad sayur dingin dengan daging ayam hangat, kamu bisa memisahkannya dalam wadah plastik yang berbeda. Dengan demikian, konsumen yang membeli bisa menggabungkannya sendiri saat mereka sudah menerima salad tersebut dan menikmati keduanya.

 

Pilih Wadah yang Tepat

Dalam mengirim makanan, kamu harus memastikan bahwa wadah yang kamu gunakan cocok untuk jenis makanan yang kamu kirim. Misalnya untuk makanan panas, kamu bisa menggunakan alumunium foil untuk menjaga makanan tetap hangat. 

Untuk kue kering, kamu bisa menggunakan toples mika atau plastik sehingga tidak remuk atau rusak. Untuk makanan cair seperti saus, pastikan wadah tertutup rapat untuk menghindari makanan tumpah. Wadah yang tepat bisa menjaga kualitas makanan sehingga makanan tetap segar saat diterima oleh pembeli.

 

Hindari Adanya Ruang Sisa

Khususnya untuk kamu yang ingin mengirim makanan seperti kue atau makanan kaleng, pastikan tidak ada ruang tersisa dalam wadah. Jika ada celah, makanan bisa terguncang saat pengiriman sehingga kue bisa remuk dan kaleng pun bisa penyok. Maka itu, isi wadah dengan penuh dan padat agar makanan tetap aman. Jika masih ada ruang kosong, isi menggunakan kertas roti atau wadah lainnya yang cukup tebal untuk mencegah makanan terguncang di perjalanan.

 

Jaga Makanan Agar Tetap Aman Sebelum Dikirimkan

Sebelum makanan diambil oleh driver, jaga makanan agar tetap aman terutama jika makanan tersebut sensitif terhadap suhu. Hindari mendiamkan makanan di meja begitu saja saat sedang menunggu driver tiba.

Sebaiknya, simpan makanan dingin di kulkas dan makanan hangat di tempat yang aman sehingga makanan tetap dalam kondisi terbaiknya. Baru setelah driver tiba, keluarkan makanan dari tempat penyimpanan dan serahkan kepada driver untuk dikirim.

 

Infokan Kepada Konsumen

Untuk jenis makanan tertentu, sebaiknya berikan informasi atau instruksi kepada konsumen mengenai cara penyimpanan yang baik. Misalnya untuk makanan dingin seperti es krim atau yogurt, kamu bisa memberikan instruksi kepada pembeli untuk segera menyimpannya di freezer begitu mereka telah menerimanya. Jadi konsumen bisa menikmati makananmu dengan cara yang tepat.

 

Pilih Jasa Pengiriman Barang Terpercaya

Terakhir, pilih jasa pengiriman barang yang terpercaya dan memungkinkan kamu untuk melakukan pengiriman dengan instan. Apalagi temperatur dan waktu menjadi sangat penting dalam pengiriman makanan. Maka itu, pastikan kamu memilih jasa kirim barang yang memiliki layanan yang sesuai untuk menjaga suhu makanan dan bisa langsung mengirimkan makananmu ke tempat tujuan tanpa mengirimkan barang-barang lain terlebih dahulu.

Pengiriman menjadi aspek penting untuk mempertahankan bisnis makanan, dan menjaga kualitas makanan menjadi faktor kunci untuk menjaga tingkat kepuasan konsumen. Dengan menggunakan pengemasan serta jasa ekspedisi untuk bisnis yang tepat, kamu bisa menjaga kualitas makanan sekaligus reputasi bisnismu sehingga konsumen tetap senang.